Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020
Aku sudah memalu rindu. Sebab rindu yang malu hanya berucap ingin temu dan tak mau tau. 
"Bukan tidak ada waktu untuk memikirkan selain ujian. Ada. Hal itu pasti ada dan terpikirkan, tapi esensinya yang tersingkirkan, terpinggirkan. Sampai nanti menemukan yang benar-benar tidak tergantikan setelah berbagai ujian." - Jimbaran, 2020.

You Are Only HUMAN

Sometimes if you feel make mistakes, you will judge yourself to be bad person. You will say you are useless or say 'Its shouldn't happen!' But, did you never aware? That's a colour of the life. However you blame the situation. It will happen to you. Why? Because you are only human. I am only human and we are only human. Please, let yourself feel it completely . Let your river of emotion, flow and feel its depth and be kind to yourself. You'll never know "What Happen After That?" you can't predict your life in the future. Stop to blame yourself! Just let it feel completely. It's okay to feel sad. It's okay to feel dissappointed, it's okay to feel hurt. It's okay to feel angry. It's okay to feel everything is not okay.  Sometimes, we forget that we are only HUMAN. There are bound to be unexpected surprises for us and bumps along the way.
"Dunia terlalu sempit untuk pemikiran yang masih mencari pembenaran bukan kebenaran." - Gianyar, 2020.
"Hari itu. Tuhan bersamamu, sampai habis waktu tiba. Saya di sampingmu, sampai tak habis kau bercerita." - Januari, 2019.
"Nanti akan ada waktunya lagi-lagi bilang "Terima kasih Tuhan, Terima kasih semesta" Terus dengan harunya memeluk orang-orang terdekat sambil bilang "Kita udah sampai di titik ini. Terima kasih untuk udah selalu menemani." Kapanpun dan siapapun. Ini pasti." - Gianyar, 2020.
"Selalu ingat bahwa orang tumbuh mendewasa berproses menjadi lebih baik. Tentu dengan versinya masing-masing. Jangan dihakimi, jangan melulu dikucili." -Gianyar, 2020.
“Untuk segala hal yang kamu lakukan hari ini adalah akibat dari keputusanmu di masa lampau. Disadari atau tidak, kamu sudah memilih ini. Setiap langkah yang kamu pilih baik maju ke depan, mundur ke belakang, ke samping kanan dan kiri atau bahkan diam pun. Selalu memiliki risiko di mendatang.” – Gianyar, 2020.

Kita Bukan Hakim Dunia

Ada berbagai hal di dunia ini yang selalu membuat hidup menjadi lebih berwarna. Bahkan yang memberikan duka pun juga termasuk memberi warna, yaitu hitam, kelam. Banyak sekali perspektif mengenai penilaian hidup seseorang. Ada yang menilai hidup itu perlu perjuangan, hidup itu perlu gebrakan, hidup itu harus imbang sampai ada spekulasi bahwa hidup itu tinggal dijalani sesuai arusnya saja. Banyak sekali pandangan orang mengenai memaknai kehidupan. Gak heran dari berbedanya cara pandang juga memunculkan beda argumen. Skala penilaian orang pun jadi lebih bervariatif. Ada sebagian orang yang memiliki sudut pandang untuk melihat secara visual, secara luaran, secara penampilan. Ketika dia lihat orang itu (maaf) kucel, kusam, berantakan, urakan. “Ctakk!” mereka akan mengecap mereka sebagai orang yang buruk. Padahal banyak dari mereka itu belum kenal. Begitu pun sebaliknya, kalau penampilannya good looking , rapi, glowing ala-ala, pokok perfect deh. Mereka akan menilai itu sebagai orang y...

Pasrah dan Berserah

Kenapa ya ketika kita sudah merelakan, justru ia memberi arti sebuah kedatangan? Ketika kita sudah merasakan kehilangan, jutsru ia memberi arti sebuah kehadiran? Ngerasain juga gak sih? Kalau dibilang bahwa hidup itu gak perlu banyak pertanyaan. Aku setuju. Memang hidup itu bukan soal pertanyaan yang harus ada jawaban, tapi soal bagaimana menjalankan. Aku pernah berada di satu titik ketika aku benar-benar pasrah, ketika aku udah merasa bahwa aku menyerah, justru Tuhan mendekatkan apa yang dulunya aku inginkan. Rasanya kayak “Wah! Seriusan?!” Kayak gak percaya sama apa yang Tuhan kasih. Bikin hati berasa bahagia banget. Sama kayak aku pernah nulis di sebuah kertas, dulu banget pas awal masuk kuliah. Aku pernah dengar kalau kita menginginkan sesuatu, dekati yang Maha Memiliki Segalanya. Rabbmu. Niatkan segalanya hanya atas nama dia. Hanya untuk dan demi Dia. Bukan memaksakan keadaan untuk menyesuaikan apa yang kamu inginkan. Nah waktu itu, aku nulis di kertas, list yang harus terwu...