Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sekata Kita
Kadang memaafkan dan mendoakan lebih baik. Gaada bandingan apa-apa lagi. Manusia bisa bikin salah, bahkan tidak membuat salah pun bisa terlihat salah. Bukan karena keadaan yg salah. Tapi 'salah satunya' yg terkadang enggan mengalah.
"Di setiap kisah asmara akan ada seseorang yang berperan untuk memendam perasaan begitu dalam, bertahun-tahun lamanya. Alasannya cuma karena takut jika mengungkapkan justru kehilangan." - Gyr, 2020.
"Tidak semua harus sekuat yang kamu inginkan. Tidak semua harus sesuai dengan yang kamu kehendaki." -Blahbatuh, 2020.
"Mungkin yang harus dilakukan ketika menemui ketidakjelasan adalah mengikhlaskan. Selepasnya, biarkan. Biarkan mengalir. Sampai menemui muaranya sendiri." - KPPN, 2020.
"Saling bersepakat bahwa yang paling sulit dipahami adalah diri sendiri, sebelum saling bersepakat untuk sibuk dengan diri sendiri. Saling bersepakat bahwa apapun itu kuncinya adalah diri masing-masing, sebelum akhirnya saling asing." - Denpasar, 2020.
"Ada yang memilih untuk menyerah dan pasrah karena memang tidak ada yang lebih baik dari berserah. Ada yang memilih untuk tetap berjalan dan menghadapi tantangan karena memang itu adalah jalannya. Semua pasti pernah merasakan keadaan bingung untuk memilih. Tapi yang jauh lebih mendominasi adalah lelah. Hingga akhirnya berserah dan pasrah menguasai diri." -Denpasar, 2020.
"Prinsipnya simple. Jangan memaksa seseorang untuk menyukaimu dan jangan dipaksa dirimu untuk menyukai orang yang memang tidak pernah berdiam sedetik pun dalam dirimu. Karena soal perasaan tidak sebercanda gurauanmu." - Denpasar, 2020.
"Kadang tidak semua butuh selesai. Mungkin yang tidak diselesaikan adalah penyelesaiannya." -Denpasar, 2020.
"Setiap orang yg 'mempunyai' Rabb-nya (dalam hati, diri, jiwa dan pikirannya ada Rabb-nya). Maka, ia memiliki segalanya.  Tapi, tidak semua orang yg memiliki segalanya 'mempunyai' Rabb-nya."  - Gianyar, 2017.
"Bukan tidak ada waktu untuk memikirkan selain ujian. Ada. Hal itu pasti ada dan terpikirkan, tapi esensinya yang tersingkirkan, terpinggirkan. Sampai nanti menemukan yang benar-benar tidak tergantikan setelah berbagai ujian." - Jimbaran, 2020.
"Dunia terlalu sempit untuk pemikiran yang masih mencari pembenaran bukan kebenaran." - Gianyar, 2020.
"Hari itu. Tuhan bersamamu, sampai habis waktu tiba. Saya di sampingmu, sampai tak habis kau bercerita." - Januari, 2019.
"Nanti akan ada waktunya lagi-lagi bilang "Terima kasih Tuhan, Terima kasih semesta" Terus dengan harunya memeluk orang-orang terdekat sambil bilang "Kita udah sampai di titik ini. Terima kasih untuk udah selalu menemani." Kapanpun dan siapapun. Ini pasti." - Gianyar, 2020.
"Selalu ingat bahwa orang tumbuh mendewasa berproses menjadi lebih baik. Tentu dengan versinya masing-masing. Jangan dihakimi, jangan melulu dikucili." -Gianyar, 2020.
“Untuk segala hal yang kamu lakukan hari ini adalah akibat dari keputusanmu di masa lampau. Disadari atau tidak, kamu sudah memilih ini. Setiap langkah yang kamu pilih baik maju ke depan, mundur ke belakang, ke samping kanan dan kiri atau bahkan diam pun. Selalu memiliki risiko di mendatang.” – Gianyar, 2020.