Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Teka-Teki Hati

Kalau bicara soal hati itu bakalan panjang sekali. Soal hati siapa yang tau? Hari ini bisa suka, besok bisa aja biasa aja. Keesokan harinya bilang kangen, terus kependam sampai akhirnya ya tidak tersampaikan. Kalau bicara soal pengalaman, ini mah udah bukan lagi hal yang baru. Bedanya hanya pada setiap rincian kisahnya yang selalu memberi kisah baru. Entah itu haru biru atau haru pilu.  Pernah ada yang bertanya bagaimana soal perasaan saya? Bagaimana perihal luka-luka yang sudah berhasil diobati atau memang nyatanya hanya alibi untuk menutup luka itu terbuka kembali. Ya, itu kembali ke diri saya lagi. Saya sempat berpikir bahwa mungkin seseorang akan terus mencari dan mencari sampai dia itu lelah dengan pencariannya sendiri, bukan karena tidak menemukan yang dicari. Tapi dia memilih untuk menyudahi. Apa sih yang dikejar di dunia ini? Apa yang dicari selama ini? Kalau cari yang tampan, banyak. Cari yang tajir melipir, cari aja yang udah stay dengan istilah 'tetap' juga ...
"Di setiap kisah asmara akan ada seseorang yang berperan untuk memendam perasaan begitu dalam, bertahun-tahun lamanya. Alasannya cuma karena takut jika mengungkapkan justru kehilangan." - Gyr, 2020.
"Tidak semua harus sekuat yang kamu inginkan. Tidak semua harus sesuai dengan yang kamu kehendaki." -Blahbatuh, 2020.
"Mungkin yang harus dilakukan ketika menemui ketidakjelasan adalah mengikhlaskan. Selepasnya, biarkan. Biarkan mengalir. Sampai menemui muaranya sendiri." - KPPN, 2020.
"Saling bersepakat bahwa yang paling sulit dipahami adalah diri sendiri, sebelum saling bersepakat untuk sibuk dengan diri sendiri. Saling bersepakat bahwa apapun itu kuncinya adalah diri masing-masing, sebelum akhirnya saling asing." - Denpasar, 2020.
"Ada yang memilih untuk menyerah dan pasrah karena memang tidak ada yang lebih baik dari berserah. Ada yang memilih untuk tetap berjalan dan menghadapi tantangan karena memang itu adalah jalannya. Semua pasti pernah merasakan keadaan bingung untuk memilih. Tapi yang jauh lebih mendominasi adalah lelah. Hingga akhirnya berserah dan pasrah menguasai diri." -Denpasar, 2020.
"Prinsipnya simple. Jangan memaksa seseorang untuk menyukaimu dan jangan dipaksa dirimu untuk menyukai orang yang memang tidak pernah berdiam sedetik pun dalam dirimu. Karena soal perasaan tidak sebercanda gurauanmu." - Denpasar, 2020.
"Kadang tidak semua butuh selesai. Mungkin yang tidak diselesaikan adalah penyelesaiannya." -Denpasar, 2020.
"Setiap orang yg 'mempunyai' Rabb-nya (dalam hati, diri, jiwa dan pikirannya ada Rabb-nya). Maka, ia memiliki segalanya.  Tapi, tidak semua orang yg memiliki segalanya 'mempunyai' Rabb-nya."  - Gianyar, 2017.