Bagaimana Cinta Hidup dalam Diri Kita?

Berawal dari sebuah pertanyaan sederhana anak kecil siang itu, "Mbak, mbak, tapi bukannya kita berbeda ya dengan mereka?" Pertanyaan sederhana yang bisa menumbuhkan diri seseorang menjadi 'Apa dan Siapa' ke depannya. 

Menjawab pertanyaan sederhana tentu juga perlu jawaban yang sederhana. Apalagi ini anak kecil yang masih menduduki bangku SD, yang bahkan mengenal rumus pun masih meraba-raba. Kalau dijawab dengan konteks detail lengkap dengan segala kerumitannya maka bukan hal yang tidak mungkin mereka akan semakin tidak paham dari inti jawaban tersebut. Lantas, saya berkata "Berbeda itu bukan berarti kita gak bisa bersatu. Jadi seberbeda apapun kita, kita harus tetap saling merangkul dan menghargai satu sama lain." 

Setelah jawaban itu, seorang anak kecil yang masih memiliki rasa ingin tau yang besar kembali bertanya, "Mbak kalau sama temen mbak yang beda agama, beda daerah misal kayak aku Jawa Timur, temen mbak ada di jauh sana Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, temenannya gimana?" 

Diberi pertanyaan yang polos tentu membuatku gak henti-hentinya tersenyum dan menjawab, "Kalau temenan ya temenan biasa. Kita ini semua saudara. Kalau bukan saudara se-agama ya saudara atas nama kemanusiaan. Artinya apa? Artinya ada di sila ke-2. Hayo apa?" (Pancing sedikit untuk menyelipkan pelajaran sekolah) dan mereka menjawab "Kemanusiaan yang adil dan beradab." Lalu, saya kembali bertanya "Lanjutannya di sila ke-3 apa?" Mereka kembali mengomat-ngamitkan bibirnya pelan-pelan menghafal urutan pancasila dari sila pertama lantas semangat menjawab dengan lantang, "Persatuan Indonesia." 

Saya kemudian menyauti jawaban mereka, "Nah pinter semuanya. Jadi, kita hidup di Indonesia penuh dengan keberagaman. Entah itu agama, suku, budaya, bahasa daerah. Kita harus saling merangkul dan berteman satu sama lain atas dasar kemanusiaan. Kenapa? Karena kemanusiaan itu bagian dari berhidup sosial. Sosial itu artinya kita gak bisa hidup sendirian di dunia ini. Kita selalu butuh bantuan orang lain. Kalau jatuh naik sepeda, kita butuh gak ditolong orang lain? Butuh kan? Saat kita bermain, lebih seru main sendiri atau bareng-bareng? Bareng-bareng kan? Kemanusiaan artinya kita hidup dengan selayaknya manusia yang membutuhkan manusia lainnya. Hari ini kita menolong seseorang, besok bisa jadi orang itu yang menolong kita. Nah, lanjutannya di sila ke-3 yaitu Persatuan Indonesia. Ketika kita sudah bisa hidup bersama tanpa permusuhan kita akan menjadi satu dengan nama Indonesia. Kemudian kita akan menjalani hidup yang baik dan penuh kedamaian." 

Anak-anak yang masih mencerna apa yang saya katakan kemudian paham dan berkata bahwa kebencian adalah sikap yang tidak terpuji. Pernyataan itu memang bagian kata yang sangat sederhana. Tapi jika dipahami lebih mendalam bahwa memang apapun yang berlandaskan kebencian di dalam dirinya adalah ketidak terpujian. Ketika seseorang merasa bahwa dirinya yang paling terpuji dan merasa dirinya paling benar atas pernyataan yang diucapkan maka saat itu pula ia menganggap bahwa sebuah 'pembenaran adalah kebenaran'. 

***

Perasaan cinta yang tumbuh dalam dirinya berubah menjadi ambisi yang mengobsesi. Sama halnya dengan seseorang yang mengatasnamakan cinta dalam hubungannya tapi suka melakukan kekerasan verbal maupun fisik kepada pasangannya. Bahkan menduakan pasangan masih dianggap "cinta" yang bisa diperbaiki esok hari dan keesokan harinya lagi hingga lupa bahwa kalimat itu akan terulang kesekian kali. Cinta yang tumbuh dalam diri seseorang dengan kadar yang 'tidak wajar' akan mengubah segalanya menjadi kemauan yang menguasai dirinya. Sampai ia sendiri tidak sadar bahwa cinta yang dikatakannya tempo hari bukan lagi menjadi cinta yang menyejukkan namun berubah menjadi menyakitkan dan menyeramkan. 

Bagaimana menumbuhkan cinta yang sebenarnya adalah dengan kesederhanaan. Seorang anak kecil yang bertanya mengenai perbedaan bisa memilih dua jalan yang berbeda bila diterangkan dengan cara yang berbeda pula. Jika ia diberikan penjelasan bahwa yang berbeda itu adalah salah, berbeda itu buruk, berbeda itu hina, maka yang tertanam terus menerus sejak dini yaitu perbedaan adalah halangan. Cinta yang tumbuh ialah cinta yang tersesat dan menyesatkan apapun yang ada di dekatnya. Sedangkan, bila ditanamkan sejak dini bahwa berbeda itu unik, berbeda itu indah, berbeda itu berwarna, maka ia akan menanamkan bahwa perbedaan adalah keajaiban Tuhan. Cinta yang tumbuh adalah cinta yang berasal dari nurani, digerakkan oleh hati, dipikirkan oleh akal sehat dan tidak membuat jalan kehidupannya tersesat.

Belajar dari pertanyaan anak kecil tentu kita yang lebih dewasa baik segi usia maupun pengalaman akan bisa menalar mana cinta yang sebenarnya selama ini hidup dalam diri kita? Bagaimana kita merawat cinta itu semakin tumbuh dan memberikan kebermanfaatan bagi yang ada di dekat kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamu dan Saya-Selesai

OK-TO-BERsedih

Bagian Kelam I