Dari Sana

    Dari sana kamu gapernah tau seberapa gigih tekad terus tertindih. Rasanya berhari-hari gapernah paham seberapa keras hati menahan. 
Dari sana kamu gapernah tau seperti apa kabar selalu tidak pernah absen semenjak hari itu. Gapernah paham kan seberapa keras pertahanan runtuh begitu saja.

    Memang sepantasnya begitu, dari sana kamu seakan kulihat aman sejahtera. Baik tanpa luka. Bahagia dengan senyum merekahmu setiap waktu.

    Dari sana kamu gapernah tau ada yang selalu memandang tanpa dipandang. Pernah menjadi yang sayang sampai akhirnya dari sana kamu tetap diam di sana. Tidak berkutik ke mana-mana. Tidak berbuat seperti yang orang kira. Tidak berlagak semena-mena. 

    Sebab dari sana dirimu ada. Ada untuk tidak kembali pulang kepada semesta. 
Mengucap salam tanpa saling menatap mata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamu dan Saya-Selesai

OK-TO-BERsedih

Bagian Kelam I