Dari Sini

    Dari sini semuanya seakan abadi. Berdiam diri tanpa hal yang pasti. 
Saya tidak pernah tau bagaimana diri ini masih bisa tersenyum dengan berdiri. Berjalan dengan penuh keyakinan. Melangkah dengan kehati-hatian. 

    Dari sini bayanganmu menari-nari. Mampir kemudian pergi. Menitipkan semesta yang harus terjaga. Semesta cinta yang harus terawat setiap harinya. Disiram, dipupuk, dan disayang. Semuanya. Ia harus tetap cantik sampai nanti waktunya tiba bertemu si pemberi semesta. 
Yang memindahkan rumahnya ke dalam diri saya. Sempat menjadikan saya tempat pulang yang paling nyaman. 

    Dari sini, kamu kemarin pulang, kemudian hari ini kamu kembali pergi entah ke mana. Sampai di mana langkahmu berjalan? 
Dari sini ada semesta dan rumahmu yang temaram. Gelap tanpa kehidupan. Kamu lupa bahwa kamu tidak hanya bisa menyuruhku untuk merawatnya sepanjang masa. Tapi kamu juga harus ada di dalamnya untuk selalu mengawasinya baik-baik saja. 

    Lantas bagaimana bisa semua baik-baik saja jika kamu saja tidak pulang mengunjungi rumah dan melihat semesta bersama?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamu dan Saya-Selesai

OK-TO-BERsedih

Bagian Kelam I