Postingan

Tidak Sekosong Itu

Gak ada manusia sesempurna apapun dilihat mata tidak memendam sebuah kegelisahan dalam hidupnya. Gak ada rasanya yang hidup lempeng-lempeng aja lurus bebas hambatan, bebas rintangan, bebas ujian. Semuanya pasti ada gronjalan.  Ada yang sakit hati diselingkuhi kemudian merasa bahwa dunianya hancur sejadi-jadinya. Ada yang merasa hampa di keluarganya karena tidak pernah terlihat ada, kemudian merasa bahwa dunianya runtuh sejatuh-jatuhnya. Ada yang tidak bisa mengejar impiannya kemudian merasa bahwa dunia begitu menjauhinya. Ada yang tercukupi segala kebutuhannya tapi selalu bertopeng bahagia di depan orang banyak, kemudian merasa bahwa ingin menyudahi dunianya saja. Ada, semua itu ada dan nyata.  Merasa buruk dan terpuruk itu pasti ada. Masa-masa kelam itu memang nyata. Tapi bukankah kita punya Tuhan Yang Maha Besar? Tuhan yang selalu ada untuk kita. Selalu mendengar dan mengaamiinkan segala pinta. Berat untuk mengucap ikhlas dan melepas semuanya. Tapi ini belum seberapa. Tuhan ...

Hidup itu penuh tuntutan ya?

Kata mereka yg merasa terkurung dalam suatu zona. Jika dirasa bahkan hidup sebuah tuntutan, bukankah artinya memang harus melakukan sesuatu dibawah keterpaksaan? Sadar tidak sadar kita selalu berada di posisi bawah. Bawah langit, bawah atasan, bawah aturan, bawah kekuasaan, dan bawah Tuhan.  Roda kehidupan memang selalu berputar, tapi apakah berputar membuatnya merasa teratas? Merasa bahwa atas yang ia pijaki adalah tempat paling mulia dan tertinggi? Enggak kan? Rasanya kebebasan itu suatu hal yang fana. Hidup memang dituntut terus menerus tanpa tergerus. Memang kita berhak untuk memilih kebebasan mana yang mau dijalani, tapi apakah itu membuat diri merasa lepas dari belenggu duniawi? Lagi-lagi pertanyaan akan terus bermunculan. Kata seseorang, hidup jangan banyak tanya. Jalani saja. Ya benar, tapi terkecuali jika kita tersesat. Menjalani hal yang tersesat mungkin akan membawa diri pada keadaan yang lebih buruk. Maka, perlu sebuah pertanyaan.  Tuntutan demi tuntutan itu gak ak...

Tau Gak Kenapa Tuhan Begitu?

 Tau gak kenapa Tuhan belum mengabulkan permintaanmu? Karena Tuhan mau kamu terus berharap ke Dia dan gak berhenti usaha. Sampai waktunya tiba, Tuhan yang Maha Baik bakal super bantuin kamu.  Sampai suatu hal yg sulit bagimu, akan sangat mudah bagi Tuhan untuk menolongmu dan kamu bisa lewatin itu dengan tenang dan senang. Ingat, Tuhan gapernah ingkar janji. Tugasmu, jangan berhenti doa, jangan berhenti usaha.  Bismillah, semangat yaa!

Mantra Doa

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan anugerahnya.... Kalimat klasik yang selalu muncul di setiap paragraf pertama kata pengantar. Yang mengantarkan seorang penulis kepada kalimat terima kasih kepada sesiapa saja yang meluangkan waktu untuk membaca. Yang mengakhiri tulisan dengan permintaan maaf, padahal tidak tahu kesalahan apa yang diperbuat. Hanya menyadari bahwa manusia tidak luput dari kesalahan, tidak sempurna, ucapan maaf menjadi tradisi bagi sesiapa saja.  Maka sebelum mantra kau baca, izinkan saya mengucapkan kedua kalimat pembuka tersebut. Tak lupa atas kepercayaan masing-masing, berdoa...... Hey!  Para phobia doa, mari membaca. Sebab baris setelah ini adalah untuk kita. --DIMULAI... Aku berdoa, di sela-sela rimbun cahaya. Menengok helai demi helai dedaunan yang basah karena embun.  Di dunia ini manusia dilahirkan tanpa tahu siapa orang tua mereka. Tanpa tahu bagaimana hidup mereka. Tanpa tahu akan jadi apa esok hari bila ia tumbuh dewasa. Ti...

Manusia Tempatnya Lupa

 Manusia itu tempatnya lupa.  Kadang, kita bisa lihat padatnya sebuah ibu kota. Kemudian berkata bahwa ibu kota tidak ada apa-apanya. Berkata bahwa keindahan alam tidak ada di sana. Tapi, kita lupa bahwa ibu kota bisa memberikan lebih dari sesuap nasi kepada mereka.  Kadang, kita bisa lihat sebuah desa.  Kemudian berkata bahwa desa tidak ada apa-apanya. Berkata bahwa tidak ada resto maupun mall yamg memanjakan mata. Tapi, kita pun lupa bahwa jika kita berada di sana untuk mengabdi, ada rezeki dan keberkahan yang bisa jadi tidak ditemui disebuah kota mega.  Manusia tempatnya lupa.  Bukan lupa untuk bersyukur. Tapi lupa menyadari bahwa bagaimanapun dan apapun yang ada hari ini adalah hasil 'penemuan' kita dari sekian pencarian. Dari sekian penantian dan kesabaran. Lupa bahwa semuanya sudah dituliskan Tuhan.

Kita Akan Terbiasa dengan Baik-baik Saja

          Semua sudah menjadi baik-baik saja. Ketika kita disakiti kemudian memaafkan dengan setulus hati, kita sudah baik dan baik-baik saja. Ketika kita dikhianati, lalu mengikhlaskan dengan sepenuh hati, kita sudah baik dan baik-baik saja. Ketika apapun yang menghampiri dalam hidup, lantas kita cari hikmah dan hal positif akan sebuah kejadian, kita sudah membaik dan baik-baik saja.           Teruslah berbaik hati, membaikkan hati, dan baik-baik saja dalam urusan hati.

Semoga Bahagia Hingga Nanti

    Akan selalu ada harapan. Akan selalu ada kebaikan. Akan selalu ada keajaiban. Akan selalu ada segala hal baik berdatangan. Akan selalu ada bait-bait doa berbaris pada setiap harinya. Entah dari A. Entah dari B. Entah dari Z. Entah dari S. Entah dari T. Entah dari X. Akan selalu ada dan begitu adanya.      Selamat menjalankan kebaikan, selamat menanam kebaikan. Selamat memanen kebaikan, selamat menyebarkan kebaikan.      Semuanya akan menjadi hal terbaik yang gak pernah diduga-duga. Semangat yaa! Harimu pasti dan akan selalu ada.      Kebaikan akan selalu menghampiri. Semoga bahagia hingga nanti. -Oktafia R. A'20-