Manusia Tempatnya Lupa

 Manusia itu tempatnya lupa. 

Kadang, kita bisa lihat padatnya sebuah ibu kota. Kemudian berkata bahwa ibu kota tidak ada apa-apanya. Berkata bahwa keindahan alam tidak ada di sana. Tapi, kita lupa bahwa ibu kota bisa memberikan lebih dari sesuap nasi kepada mereka. 

Kadang, kita bisa lihat sebuah desa. 

Kemudian berkata bahwa desa tidak ada apa-apanya. Berkata bahwa tidak ada resto maupun mall yamg memanjakan mata. Tapi, kita pun lupa bahwa jika kita berada di sana untuk mengabdi, ada rezeki dan keberkahan yang bisa jadi tidak ditemui disebuah kota mega. 


Manusia tempatnya lupa.  Bukan lupa untuk bersyukur. Tapi lupa menyadari bahwa bagaimanapun dan apapun yang ada hari ini adalah hasil 'penemuan' kita dari sekian pencarian. Dari sekian penantian dan kesabaran. Lupa bahwa semuanya sudah dituliskan Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamu dan Saya-Selesai

OK-TO-BERsedih

Bagian Kelam I