Mantra Doa

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan anugerahnya....


Kalimat klasik yang selalu muncul di setiap paragraf pertama kata pengantar. Yang mengantarkan seorang penulis kepada kalimat terima kasih kepada sesiapa saja yang meluangkan waktu untuk membaca. Yang mengakhiri tulisan dengan permintaan maaf, padahal tidak tahu kesalahan apa yang diperbuat. Hanya menyadari bahwa manusia tidak luput dari kesalahan, tidak sempurna, ucapan maaf menjadi tradisi bagi sesiapa saja. 

Maka sebelum mantra kau baca, izinkan saya mengucapkan kedua kalimat pembuka tersebut. Tak lupa atas kepercayaan masing-masing, berdoa......

Hey!  Para phobia doa, mari membaca. Sebab baris setelah ini adalah untuk kita. --DIMULAI...

Aku berdoa, di sela-sela rimbun cahaya. Menengok helai demi helai dedaunan yang basah karena embun. 

Di dunia ini manusia dilahirkan tanpa tahu siapa orang tua mereka. Tanpa tahu bagaimana hidup mereka. Tanpa tahu akan jadi apa esok hari bila ia tumbuh dewasa. Tidak bisa memilih dilahirkan di lingkungan yang bersahabat, banyak pejabat atau bahkan keparat.

Aku berdoa, pada khidmatnya jam berdetak seperti suara jantung manusia. Perlahan-lahan menemui pergantiannya. Sampai hari itu tiba, aku tetap berdoa. 

Di sela-sela doa, aku bertanya, bagaimana bisa berdoa hanya sebagai sebuah ucapan perayaan saja? Bagaimana bisa ada yang meyakini bahwa doa hanyalah sebuah kalimat bahagia sementara? 

Sedangkan kehidupan yang fana adalah perjalanan dari setiap doa. Untuk dapat berjalan, bernapas, dan bertemu sesiapa saja yang menyapa di jalanan. 

Sedangkan doa adalah bagian dari kehidupan yang tidak pernah nyata ada di telapak tangan, tapi ia mencukupi segala kebutuhan. Entah doa dari mana, entah doa dari siapa, entah doa yang mana atau entah doa seperti apa, ia menjalar bertemankan tenang. 

Bagiku, bagimu, saling mendoakan adalah sebagian kebaikan. Dibalik kata semoga, akan selalu ada harapan tulus yang menyapa. Maka, berdoalah tanpa jemu, meski tidak tahu akankah itu ada untukmu atau hanya semu.

Semoga, kebahagiaan, kebaikan dan keberuntungan bagi kita semua. 

[Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu...." [QS. Al-Ghaafir:60]

Akhir kata, terima kasih telah ikut berdoa untukku, untukmu, dan untuk kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamu dan Saya-Selesai

OK-TO-BERsedih

Bagian Kelam I