November Berganti
"Fay, jika kamu masih di situ mungkin kita akan sering bertemu tiap minggu. Pasalnya aku akan menemuimu di rumah itu. Rumah yang setiap langkah kaki melangkah akan terus terarah. Sejuk. Tenang. Damai. Tentunya membesukmu jika bertemu. Sayangnya, lagi-lagi waktu melambatkan lajuku. Aku tak pernah menyangka, Fay. Aku kembali menemui rumah sejuk itu setelah sekian lama aku tak pernah tahu dan tak mau tahu. Pertama kali kupandangi aku hanya terdiam membisu. Kenapa tidak dari setahun yang lalu? Kenapa baru? Perlu kamu tahu, aku bahagia menginjakkan kakiku di rumah itu. Setelah menghadap-Nya, mencurahkan segalanya, aku pun mendoakanmu juga. Dalam hatiku berkata "Semoga Allah menjagamu di sana, bersama dia dan semoga Allah menjagaku di sini, meski masih sendiri dan mencoba membuka hati. Maka, Yaa muqollibal qulubi tsabbit qolbi 'ala diinika wa 'ala tho'atika. Urusan mahabbahku kuserahkan pada-Mu yang menciptakan segala makhluk di muka bumi ini. Berpasang-pasangan telah tertuliskan. Siapa dan kapan biarkan menjadi teka-teki rahasia yang mendebarkan." Aku percaya Rabb-ku selalu mengetahui segala sesuatu. Kota itu akan menjadi kota sunyi yang berbisik "Selamat datang, Yas. Kembalilah ke sini jika kau rindu. Meski sesekali. Bersama teman-temanmu." Aku tak sendiri, Fay. Bersama mereka mengunjungi rumah yang pernah menjadi persinggahanmu menghadap-Nya lima waktu. Selamat istirahat pengikat janji yang kadang sering lupa lantas mengingkari. Aku baik-baik di sini."
-2811
Komentar
Posting Komentar