Pamit
Perihal pamit, setiap orang akan merasakan haru yang membiru. Kadang disembunyikan lewat senyuman. Kadang dibebaskan dengan tangisan. Kadang dibalut kegengsian dengan seakan-akan tidak mempedulikan.
Perihal pamit selalu memiliki caranya sendiri. Entah dengan sopan dan santun. Atau entah pergi begitu saja tanpa ada lagi kabarnya.
Pamit memang begitu. Suka resek di satu waktu. Kita hanya memiliki satu pilihan. Dia adalah kerelaan atas sebuah kepergian.
Komentar
Posting Komentar