Sebuah Penyelesaian "Baikan Aja Yaa"
Hmm udah hampir sebulan lebih diem. Beberapa orang mulai mengupload kenangan-kenangan yang terkenang di kening. Beberapa memberikan pengharapan pada captionnya. Doanya sama meskipun dengan penyampaian yang berbeda. Semua ingin kembali menjadi normal. Keadaan yang gak pernah terprediksi sebelumnya. Gapernah dikira bakal sesepi ini. Bagaimana jika hidup saya sudah sepi? Lalu diisi kesepian kembali? Apa mau marah dengan diri sendiri? Apa mau iri dengan orang lain? Apa mau menghakimi sekitar saya?
Gabisa dan gaada yang perlu dilakuin untuk bikin diri makin menyedihkan. Saya rasa baikan dengan keadaan adalah peredanya. Penawar segala gundah yang tiap hari selalu berusaha untuk ditepis. Meski kemungkinan untuk menghilangkan secara sempurna itu tipis. Udah yuk, baikan aja ya? Mau gak? Apa gak capek?

Komentar
Posting Komentar