Rela
Rela pun tidak hanya bisa diucapkan dengan entengnya. Kita bukan hanya melibatkan bibir yang berbicara. Tapi menyinkronkan hati dan logika untuk legowo menerima. Menerima untuk berani melepaskan secara perlahan. Tidak lagi menggenggam yang benar-benar bukan menjadi pilihannya. Bukan prioritasnya.
Rela adalah perkara berlapang dada. Melapangkan segala hal yang sesak dalam dada. Hingga akhirnya benar-benar bisa menerima.
Komentar
Posting Komentar