Maaf, Saya Gagal
Hari ini pengumuman itu tiba. Pengumuman yang sebenarnya bisa dibilang menaruh harap besar, iya. Pasrah juga iya. Ternyata sebelum membuka, saya inisiatif mengecek email. Siapa tau email masuk duluan. Saya refresh ulang berkali-kali tapi isinya hanya pengumuman perkuliahan. Rasanya seperti hilang semangat. Berharap keajaiban akan selalu hadir.
Tapi rupanya keajaiban itu tidak hadir. Saya coba download hasil pengumuman. Ia berurutan dari A-Z. Tentu saya berfokus pada huruf O. Oh rupanya, memang nama saya tidak ada. Saya tidak masuk dalam 750 orang yang ingin berkontribusi untuk negeri. Rasanya mood berantakan. Ternyata kegagalan seperti ini ya rasanya. Saya berulang kali mendapat kegagalan dalam kehidupan. Entah itu daftar masuk perkuliahan atau bahkan daftar pengabdian. Rasanya kenapa seperti ini? Kenapa rasanya kali ini begitu kosong.
Pernah gak sih kalian merasa hal ini? Seperti apa sih gagal yang pernah kalian rasa? Begitu menyakitkan gak sih? Semua pertanyaan itu hanya bersumber kepada Tuhan. Tuhan yang memberikan jawaban bahwa hari ini kamu pilih jalan yang lain ya. Hari ini kamu bisa memilih rute yang sudah kusediakan sendiri untukmu ya.
Seperti berbisik begitu halus, perasaan kecewa ini semakin lama semakin tergerus. Semoga ada kesempatan lain yang menyapa esok hari.
Komentar
Posting Komentar