OK-TO-BERnostalgia

 "Apa kau memberi kabar bahagia ini padanya pula, Yas?"

"Tidak. Aku pikir lebih baik tidak memberi harapan kepada seseorang yang aku tau bahwa aku tidak bisa mempertanggungjawabkan itu." 

"Aku pikir kamu akan memberitahunya, aku pikir dia masih spesial di matamu."

"Tidak sama sekali. Yang sudah lewat, biarlah lewat. Dia harus tegas untuk melanjutkan perjalanannya. Sedangkan aku juga harus tegas untuk tidak merespon lebih apapun tentang pesannya. Bahkan aku tidak membalasnya." 

"Kamu sudah lebih dewasa dari Yas yang kukenal 3 tahun lalu. Kamu berhak bahagia, Yas. Kamu berhak menemukan yang terbaik untukmu nantinya. Biarlah lembaran usang tetap terpajang tanpa ingin kau coba untuk pasang kembali." 

"Iya, kamu benar. Ada orang yang tanpa harus jatuh dia sudah bisa meraih apa yang ia inginkan dan butuhkan. Tapi, orang sepertiku, soal perasaan sepertinya perlu jatuh dahulu, terluka, baru bisa melangkah lagi dengan pasti." -Memories, 2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamu dan Saya-Selesai

OK-TO-BERsedih

Bagian Kelam I